AD/ART


FCBFI logo PNGANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA

BAB I

NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1: NAMA

Komunitas ini bernama: FC BAYERN FAN INDONESIA atau yang disingkat FCBFI.

Pasal 2: WAKTU

FCBFI didirikan pada 20 Mei 2008.

Pasal 3: TEMPAT KEDUDUKAN

FCBFI berpusat di Jakarta dan berkedudukan disetiap wilayah di seluruh Indonesia.

BAB II

YURISDIKSI, SEJARAH, ASAS, CIRI DAN SIFAT

Pasal 4: YURISDIKSI

FCBFI tunduk kepada hukum yang berlaku di Indonesia.

Pasal 5: SEJARAH

FCBFI adalah sebuah komunitas fans klub yang dibentuk dan diresmikan secara langsung oleh para pemain dan pejabat FC Bayern München pada tanggal 20 Mei 2008. Terdaftar sebagai bagian dari FC Bayern München Fan Clubs International untuk Indonesia. Allianz Indonesia juga bertindak sebagai pendiri Fan Club resmi FC Bayern München di Indonesia.

Pasal 6: ASAS

FCBFI berasaskan kekeluargaan dan terbentuk atas kesamaan klub sepakbola yang didukung, hobi dan kegiatannya, yang diadaptasi dari sebelas asas Mia San Mia sebagai berikut :

1. Mia san Ein Verein:

Bayern adalah satu tim yang sama, sejak awal didirikan Bayern selalu melandaskan nilai-nilai yang sama serta sederajat.

2. Mia san Botschafter:

Semua orang punya tanggung jawab untuk berkelakuan baik dalam menjaga citra klub, baik saat di dalam tim ataupun kesehariannya.

3. Mia san Vorbilder:

Semua harus bisa menjadi teladan bagi anak muda, baik di dalam ataupun di luar lapangan.

4. Mia san Tradition:

Semua orang di Bayern harus bangga terhadap tradisi yang telah ditorehkan sepanjang sejarah. Berkat Mia san Mia, Bayern bisa berprestasi.

5. Mia san Innovation:

Semua orang harus meningkatkan kinerja di semua bidang, belajar terus-menerus dan sebagai salah satu klub terbaik dunia harus mampu menjadi tolak ukur bagi klub lain.

6. Mia san Selbtvertrauen:

Selalu yakin untuk memenangkan laga, diwujudkan dengan selalu menyerang dan mengambil inisiatif permainan.

7. Mia san Grenzenlos:

Semua orang harus menghargai keberagaman yang menjadi akar terbentuknya nilai-nilai Bayern, selalu mengembangkan permainan berdasarkan perspektif global.

8. Mia san Fussball:

Menyajikan sepakbola indah yang bisa dinikmati semua kalangan.

9. Mia san Respekt:

Status semua orang di klub adalah sama, dan semua orang harus menunjukkan respek atau rasa hormat yang besar satu sama lain.

10. Mia san Freude:

Harus menikmati semua pekerjaan yang dilakukan dengan menjunjung semangat tim, kekalahan harus diterima dengan lapang dada.

11. Mia san Treue:

Lebih dari 12 juta orang mengaku sebagai fans Bayern München, dan ribuan diantara mereka rela bepergian jauh hanya untuk menyaksikan tim bermain, untuk itu segenap pemain harus menunjukkan loyalitas dengan bermain total selama 90 menit. Suporter, termasuk ke dalam prinsip Mia san Mia.

12.Mia san Partner:

Hubungan yang terjalin dengan fans, fan club, member, dan sponsor bersifat kemitraan sejati.

13.Mia san Heimat:

Dimana pun berada, Bayern Muenchen selalu merasa berada di rumah sendiri. Meski begitu, Bayern tetap mengerti dimana rumah sejatinya.

14.Mia san Motor:

Bayern selalu menunjukkan energi yang sangat besar dalam perjalanan sejarahnya. Artinya para pemain harus selalu percaya diri dan bermotivasi tinggi.

15.Mia san Verantwortung:

Bayern selalu menjunjung tinggi tanggung jawab sosial dalam segala hal yang dilakukan.

16.Mia san Familie :

Ikatan kekeluargaan berlaku sepanjang hayat. Pintu Bayern selalu terbuka bagi para mantan pemain ataupun eks pegawai.

Pasal 7: CIRI

FCBFI dibentuk dari kesadaran berkumpul / berorganisasi dari berbagai kalangan, tidak terbatas usia, latar belakang, pekerjaan, pendidikan yang menggemari dan mendukung FC Bayern München di Indonesia.

BAB III

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud FCBFI adalah :

Mempererat tali silaturrahmi antara anggota dan keinginan untuk berbagi, melengkapi dan mendukung FC Bayern München.

Tujuan FCBFI adalah :

Menyalurkan potensi anggota melalui kegiatan dan program FCBFI dan memperkenalkan sepak bola Jerman (Bundesliga) terutama FC Bayern München kepada masyarakat Indonesia.

BAB IV

ATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP

Pasal 8:

Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 9:

Apabila kemudian hari terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam Anggaran Dasar ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya oleh Musyawarah Anggota (Kenduri).

Pasal 10:

Anggaran Dasar ini disusun dan dirumuskan oleh Tim Perumus dan ditetapkan oleh Musyawarah Anggota.

BAB V

KEANGGOTAAN

Pasal 11: JENIS-JENIS ANGGOTA

Ayat 1 :

Anggota FCBFI adalah yang terdaftar dan dapat dibuktikan dengan adanya Nomor Induk Anggota (NIA) pada KTA (Kartu Tanda Anggota) yang masih berlaku.

Pasal 12: PERSYARATAN KEANGGOTAAN

Ayat 1:

Semua orang yang menggemari dan mendukung FC Bayern München.

Ayat 2:

Untuk dapat menjadi Anggota FCBFI, harus mengisi formulir permohonan untuk menjadi anggota dan memenuhi persyaratan keanggotan setiap periode.

Ayat 3:

Anggota FCBFI harus menerima, tunduk dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FCBFI.

Pasal 13: HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

A. Hak-hak Anggota

Ayat 1:

Anggota FCBFI berhak memberikan saran dan pendapat.

Ayat 2:

Anggota FCBFI berhak dipilih dan memilih Ketua Umum FCBFI.

Ayat 3:

Anggota FCBFI berhak mendapatkan kartu anggota FCBFI, paket anggota disetiap periode pendaftaran, berhak menggunakan fasilitas FCBFI dengan seizin pengurus dan berhak mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh FCBFI.

B. Kewajiban Anggota

Ayat 4:

Anggota FCBFI berkewajiban mematuhi peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan dan tata tertib komunitas serta menjaga dan menjunjung nama baik FCBFI.

Ayat 5:

Anggota FCBFI wajib membawa identitas komunitas dalam setiap kegiatan dilakukan oleh FCBFI.

Pasal 14: BERAKHIRNYA STATUS KEANGGOTAAN

Ayat 1:

Anggota FCBFI akan berakhir keanggotaannya setiap satu tahun keanggotaan aktif (bila tidak diperpanjang) dan atau apabila meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Pengurus.

Ayat 2:

Anggota FCBFI diberhentikan keanggotaannya apabila tidak patuh dan tunduk kepada peraturan, ketentuan dan keputusan FCBFI.

Ayat 3:

Pemberhentian terhadap Anggota FCBFI harus diawali dengan peringatan dan diputuskan oleh Pengurus FCBFI.

Ayat 4:

Anggota  Resmi yang diberhentikan keanggotaannya, dapat membela dirinya pada Pengurus, apabila diperlukan bahkan sampai pada Musyawarah Anggota.

BAB VI

KEPENGURUSAN

Pasal 15: SUSUNAN PENGURUS FCBFI

Ayat 1:

Pengurus FCBFI terdiri dari ANGGOTA FCBFI

Ayat 2:

Pengurus FCBFI terdiri atas Ketua, Sekertaris Jendral, Sekretaris, Bendahara, dan Divisi-Divisi terkait.

Ayat 3:

Jika ada kegiatan yang di selenggarakan oleh FCBFI maka dapat dibuat susunan kepanitiaan di luar Pengurus Pusat FCBFI yang kemudian disebut sebagai Panitia Kegiatan.

Ayat 4:

Pengurus FCBFI boleh merangkap tugas menjadi Panitia Kegiatan yang diselenggarakan oleh FCBFI dan pihak luar yang bekerjasama dengan FCBFI.

Pasal 16: PERSYARATAN PENGURUS PUSAT FCBFI

Ayat 1:

Pengurus diusulkan oleh ketua umum pada rapat Musyawarah Anggota sesuai kebutuhan dan kepentingan FCBFI.

Ayat 2:

Pengurus FCBFI adalah Anggota Resmi yang memenuhi persyaratan yang berlaku dan tidak terkait dengan pelanggaran hukum yang berlaku.

Ayat 3:

Pengurus FCBFI harus memiliki loyalitas terhadap FCBFI.

Ayat 4:

Pengurus FCBFI tidak terdaftar pada kepengurusan lain komunitas fans club sepakbola untuk menjaga loyalitas dan kesolidan FCBFI.

Ayat 5:

Pengurus FCBFI tidak boleh terdaftar sebagai anggota di fans club sepakbolal lain kecuali fans klub sepakbola lokal.

Pasal 17: HAK, KEWAJIBAN, TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS

Ayat 1:

Pengurus FCBFI berkewajiban membuat Program Kerja dan agenda kegiatan FCBFI melalui rapat kerja.

Ayat 2:

Pengurus FCBFI bertugas melaksanakan Program Kerja FCBFI.

Ayat 3:

Pengurus FCBFI dalam melaksanakan Program Kerja FCBFI berhak membuat Kepanitiaan Kegiatan.

Ayat 4:

Pengurus FCBFI berkewajiban Mengawasi pelaksanaan kerja Kepanitiaan Kegiatan.

Ayat 5:

Pengurus FCBFI berhak memberhentikan Anggota yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan FCBFI.

Ayat 6:

Pengurus komunitas bertanggungjawab kepada Musyawarah Anggota.

Pasal 18: MASA KEPENGURUSAN

Ayat 1:

Masa jabatan Anggota Pengurus FCBFI adalah dua tahun, dan dapat dipilih kembali.

Ayat 2:

Anggota Pengurus FCBFI akan berakhir kepengurusannya apabila mengundurkan diri atau meninggal dunia, yang selanjutnya ditunjuk pengganti oleh pengurus atau Musyawarah Anggota sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan FCBFI.

Ayat 3:

Pengurus komunitas dapat di berhentikan oleh Musyawarah Anggota dengan persetujuan sekurang-kurangnya dua pertiga suara yang hadir dan atau dengan musyawarah untuk mufakat.

Ayat 4:

Pengurus komunitas dapat mengundurkan diri setelah setelah sebulan sebelumnya mengajukan pengunduran diri secara tertulis kepada, ketua dan sekjen dengan sebelumnya memberikan alasan pengunduran diri tanpa paksaan, dan sejenisnya dan dapat disetujui oleh anggota pengurus, ketua dan sekjen.

BAB VII

RAPAT-RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 19: MUSYAWARAH ANGGOTA

Ayat 1:

Kekuasaan tertinggi FCBFI terletak pada Musyawarah Anggota.

Ayat 2:

Musyawarah anggota minimal dilaksanakan oleh pengurus satu tahun sekali.

Ayat 3:

Yang berhak menghadiri musyawarah anggota adalah anggota terdaftar FCBFI.

Ayat 4:

Musyawarah anggota luar biasa dapat terjadi atas permintaan oleh pengurus atau sepertiga regional resmi FCBFI.

PASAL 20 : PENGAMBIL KEPUTUSAN

Ayat 1:

Pengambil keputusan tertinggi ditangan Musyawarah Anggota.

Ayat 2:

Keputusan Rapat pengurus diambil secara musyawarah mufakat, namun dapat dilakukan pemungutan suara bilamana diperlukan.

Ayat 3:

Rapat Luar Biasa dapat dilaksanakan dengan usulan dari Angota atau Pengurus FCBFI.

BAB VIII

KEUANGAN

Pasal 21: MODAL DASAR KEUANGAN

Keuangan komunitas berasal dari uang pendaftaran anggota setiap tahunnya serta dari donatur.

Pasal 22: PENDAFTARAN ANGGOTA

Ketentuan mengenai uang pendaftaran anggota FCBFI akan diputuskan dalam keputusan Pengurus komunitas setiap tahunnya.

Pasal 23: KAS KEUANGAN

Penggunaan uang kas FCBFI untuk kelangsungan agenda, program FCBFI secara internal dan eksternal dengan persetujuan Pengurus.

Pasal 24: LAPORAN KEUANGAN

Pemaparan laporan keuangan dilakukan minimal satu tahun sekali.

BAB IX

REGIONAL

Pasal 25: DEFINISI REGIONAL

Regional adalah perwakilan FCBFI yang berada di satu wilayah setingkat Kota / Kabupaten dan dapat membawahi sub-sub Regional.

Pasal 26: PERSYARATAN PEMBENTUKAN REGIONAL

Persyaratan Regional:

  1. Terdiri dari minimal sepuluh orang anggota resmi.
  2. Aktif dalam berbagai kegiatan di wilayahnya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dengan dibuktikan laporan dan dokumentasi.
  3. Mengajukan permohonan pembentukan Regional kepada Pengurus Pusat secara tertulis disertakan struktur calon pengurus Regional minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
  4. Disetujui dan diresmikan oleh Pengurus Pusat.

Pasal 27: HAK–HAK REGIONAL

Ayat 1:

Regional berhak untuk mengatur susunan kepengurusannya sendiri sesuai dengan musyawarah untuk mufakat sesuai kebutuhan dan kepentingan Regional.

Ayat 2:

Regional berhak mengadakan kegiatan dan program regional atas nama FCBFI.

Ayat 3:

Regional berhak mengelola keuangannya sendiri, yang dipergunakan untuk program dan kegiatan Regional.

Ayat 4:

Regional berhak mendapatkan konsultasi dan koordinasi dari Pengurus Pusat.

Pasal 27: KEWAJIBAN REGIONAL

Ayat 1:

Regional FCBFI wajib patuh dan tunduk pada AD-ART Pengurus Pusat.

Ayat 2:

Regional FCBFI berkewajiban menyampaikan rencana dan melaporkan hasil kegiatan kepada Pengurus Pusat jika dibutuhkan.

Ayat 3:

Regional FCBFI wajib melaporkan kegiatan yang telah dilakukan setiap minimal satu tahun sekali secara tertulis kepada Pengurus Pusat.

BAB X

ATURAN PERALIHAN / PENUTUP

Pasal 28:

Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam keputusan terpisah.

Pasal 29:

Apabila kemudian hari terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam Anggaran Rumah Tangga ini, maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya oleh Musyawarah Anggota.

Pasal 30:

Anggaran Rumah Tangga ini disusun dan dirumuskan oleh Tim Perumus dan ditetapkan pada Musyawarah Anggota.